Sabtu, 31 Desember 2016

Janjimu dan harapanku

Kedua kakiku berjalan--melangkah lebar menyusuri jalanan beraspal. Tinggal sedikit lagi. Ya, hanya tinggal seratus meter lagi;yah setidaknya itulah yang satpam katakan saat kutanyai tentang alamatmu. Penantian panjangku akan berakhir. Jauh-jauh aku datang kemari--menghalau lelah dan penat, hanya demi berlari mengejar akhir cerita bahagia yang kita cita-citakan.

Kisah ini akan segera berakhir.

Aku masih ingat janjimu pada saat itu. Ya, kata-katamu yang mampu meyakinkanku untuk tetap di sini, setia menunggumu hingga dirimu kembali. Perkataanmu yang sanggup membuatku tenang bahwa kau masih selalu di sini, meneguhkan dirimu untuk tinggal di hatiku.

Langkahku sempat tertahan untuk terus berjalan. Tempat yang kini kau tinggali, ramai oleh orang yang berpakaian adat. Hatiku sedikit ragu untuk melangkah kembali. Menimbang-nimbang keputusanku untuk menghampirimu ke sjni. Sekaligus, menghampiri janji yang kau buat untukku delapan tahun yang lalu.

Ketakutan itu terasa nyata saat kedua mataku melihat semuanya dengan jelas. Aku melihatmu tengah bersanding dengan wanita lain. Kau tampak begitu bahagia berdiri di sampingnya.

Seketika senyumku memudar. Binar wajah yang telah lama merindukanmu ini menguap begitu saja.

 Ini hari pernikahanmu.

Dan kenyataan ini membuatku pilu. Rasa sakit diam-diam merasuk ke dalam hati--melebur menjadi satu oleh rasa sesal yang teramat dalam. Aku tak pernah merasakan ini sebelumnya. Dan kau orang pertama yang mampu membuat hatiku hancur seperti ini.

"Aku pergi bukan semata-mata hanya untuk diriku sendiri. Untuk kau juga. Kau harus tahu itu! Aku berjanji, aku akan segera kembali. Sekarang aku titip hatiku padamu. Jangan pernah lukai ataupun kau buang hati ini. Setelah sukses nanti apabila kau masih menjaganya dengan utuh, akan aku bimbing dirimu ke dalam ruang kebahagiaan kita. Aku janji!"

Perkataanmu itu kembali terngiang di pikiranku. Mengulang memori di saat dahulu aku tak ingin melepasmu pergi. Kedua tangan kukuhmu memegang bahuku--memberikan kekuatan agar diriku dapat dengan sabar menunggumu. Kau selalu mengingatkanku, bahwa aku akan terus ada di hatimu. Kau mengucap janji itu dengan penuh rasa yakin. Seolah-olah kau dapat menjaga hatiku dengan baik.

Saat itu, aku terlalu takut.
Aku takut bila kau tak kembali.
Aku takut bila kau lupa padaku.
Terlebih, aku takut bila kau berpaling dariku.

Dan itu semua menjadi kenyataan. Kau mengingkari janjimu. Penantianku selama ini telah sia-sia. Aku hanya membuang waktuku hanya untuk menunggu seorang pengecut sepertimu.

Aku berpaling dan berlari menjauh. Ku abaikan pandangan aneh semua orang yang aku lalui. Berkali-kali aku mengusap air mata yang mengalir di pipiku. Aku tak dapat menahannya. Air mata ini tak henti-hentinya keluar dari pelupuk mataku.

Sekarang aku akan kembali pulang. Bersamaan dengan keinginan untuk membuang jauh sebuah harapan yang telah delapan tahun tersimpan.







Happy New YearπŸ“£πŸŽ‰πŸŽ‰ Welcome to 2017!

Karya baru di tahun yang baruu:))
Yeah I know! Emang udah berapa bulan sih aku absen wkwk
Aku menghilang bukan berarti resign yap!
Aku hanyaaa... Ingin fokus sbmptn *sokbanget*
Dan kabarnya.. sekarang ini, di saat seharusnya aku semakin fokus sama ujian itu, yang ada malah aku kangen nulis wkwk
Yahh alhasil lahirlah seonggok tulisan acak adul ini.
Yahh tau dirilahh, udah lama absen bukannya makin baik, tulisan malah kagak karuan kek gini. So, mohon maap yang sebesar-besarnya ya hehe:D

Sekian,

Jumat, 18 Desember 2015

Rengkuhan Kegelapan

     Sepi.
     Sebenarnya, tak ada niat sedikit pun di hati untuk sendiri. Dunia ini begitu indah untuk dilewatkan tanpa adanya orang yang spesial. Tapi, waktu melangkah begitu cepat. Hingga aku tak ingat, apa saja yang pernah aku lalui. Semua hal yang sudah terjadi, tak mengijinkanku untuk merekam serpihan memori masa lalu.

     Tak ada yang peduli. Tak ada yang mencoba tuk menghiraukan. Satu per satu masa kelam kulewati begitu berat. Hingga aku tak sadar, aku telah tersesat di sebuah dunia putih. Dunia yang benar-benar putih. Tak ada pola atau bahkan coretan sedikitpun yang menghiasinya.

     Sendiri. Sepi. Kosong.
     Barisan kata-kata itu seolah selalu mengikutiku dimana pun diriku berada. Kakiku bergetar, tak sanggup menopang seluruh beban. Ingin rasanya kembali ke masaku. Masa dimana hal-hal sulit harus aku lalui. Tak peduli tamparan maupun hinaan aku terima. Sungguh, aku tak peduli.

     Waktu memang teramat kejam. Ia terus berjalan bahkan sengaja tuk berlari meninggalkanku yang telah terpuruk di belakang. Walaupun aku sudah kehabisan suara untuk berteriak. Dan air mataku sudah kering karenanya. Ia tetap saja tak berhenti. Berpaling sedikitpun tidak. Yang ada hanya tawaan keras yang seiring dengan langkahnya menjauhiku. Sayup namun pasti, ku mendengar sedikit suara yang ia keluarkan.

"Semuanya sudah terlambat." 

     Di saat pikiranku masih terlalu abu-abu, tiba-tiba muncul setitik cahaya yang terang benderang dari kejauhan. Semakin lama, cahaya itu semakin mendekat. Rasa pening seketika hinggap di kepalaku. Badanku mulai lemas dan ambruk di tempat. Dapat kurasakan rasa sakit kini mulai menyergap perlahan dari kaki hingga ujung rambutku. Membuatku makin terasa amat tersiksa. Oksigen di sekitarku dalam sekejap langsung lenyap tak berbekas. Yang ada hanyalah ruang hampa yang menyelimutiku.

     Cahaya yang hampir mendekatiku itu, entah kenapa kini berbalik. Beranjak pergi menjauhiku. Sinarnya kini tampak mulai meredup, seiring dengan kedua kelopak mataku yang perlahan menutup. Hingga semuanya terasa gelap.

Rabu, 25 November 2015

Again

        Hari itu datang kembali. Aku kira semuanya akan berjalan dengan baik-baik saja. Yahh memang! semuanya memang baik-baik saja. Tapi itu semua belum berakhir sampai di sini. Masih ada beberapa waktu yang harus kau lalui dengannya. Kelihatannya memang cukup mudah. Namun, semua itu sangat berbeda dengan pikiranku. Kalau aku mau berpikir ulang untuk yang kedua kalinya. Mungkin aku akan memilih pilihan yang kedua..

                             Pergi dan hilang.

        Itu merupakan pilihan terbaik setelah aku merasakan pilihan hatiku yang pertama. Orang-orang sering mengatakan, "Ikutilah kata hatimu. Karena sesungguhnya pilihan yang diambil dari dalam lubuk hati tak akan menjerumuskan dirimu dan itu adalah pilihan yang terbaik untukmu". Haha aku hanya bisa tertawa getir. Mulai saat ini, dan di detik ini juga aku tak akan mempercayainya lagi. Aku terlalu lemah menuruti kata hatiku yang tak kunjung memberikan hasil dari apa yang aku inginkan.

        Memang, apa yang engkau inginkan?
Entahlah, aku pun tak tahu. Bayangkan jika dirimu adalah tokoh utamanya. Dan ketika ada seseorang yang bertanya seperti itu. Dan di saat itu pula tanpa sadar mulutmu berkata "tidak tahu", padahal hatimu sendiri menyangkal pernyataan yang keluar dari mulutmu. Namun, apa yang bisa kau perbuat?
Hanya diam dan larut dalam keterbimbangan...

Senin, 28 September 2015

Kenalan yukk ;))

        Holaaaaaa^^

Pernah denger gak pepatah yang mengatakan "Tak Kenal Maka Tak Sayang"?

Maka dari ituu, sebagai pengguna baru blogger, aku pengen ngenalin diri ke kalian. Siapa tahu setelah kenal sama aku, kalian langsung sayang sama aku *ehhh


Nama Asli           : Eleanor Calder
Nama Samaran    : Fadhilah Salsabila
Nama Panggilan   : Bella                     --> Ini asli ciyuss 
TTL                    : Semarang, 22 Mei 1999
Warna Fav          : Biru
Pacar                 : "Masih otw kok"
Jodoh                : Sudah dipersiapkan oleh Allah SWT. :))  #halah


Itu dia profil singkatku, ceman. untuk lebih lengkap dan jelasnya kalian bisa scroll down.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Kenapa di scrool down??
Cieee cieeee... penasaran yaaa
hahahaha :v




















The Facts and Long Profil About Me~

        Seorang gadis remaja pecinta warna biru. Paling benci sama warna merah muda/pink. Seorang fangirling berfandom "Directioner", tetapi tetap mengutamakan Rasulullah sebagai idolanya. Menyukai Vocal Group asal UK bernama "One Direction", namun lebih mencintai Pencipta-nya.
I'm proud to be Muslim ({})

        Sering banget berantem sama adik pertamanya. Mungkin slogan "Tiada hari tanpa bertengkar dengan adik" sangat pas disandingkan dengan gadis ini. Phobia ama darah, alat medis beserta kawanannya. Takut sama kambing, ayam, binatang buas dan hal-hal yang berbau horror. Suka banget pelajaran olahraga dan sejarah (padahal masuk jurusan IPA-__-). Semua jenis olahraga disukainya. Terkecuali permainan bola volly.

        Hobinya menulis, membaca, dan bermain bulutangkis. Mempunyai cita-cita menjadi psikolog dan penulis. Sering dijadikan temen curhat oleh kakak kelas, teman sebaya, bahkan sampai adik kelas. Tetapi Alhamdulillah, semua curhatan yang di amanah kan kepada dirinya tidak ada yang bocor.

        Gadis yang energik dan (lumayan) tomboy. Jika moodnya sedang rusak, maka ia akan berubah menjadi gadis yang pendiam. Kalau punya masalah suka dipendem sendiri. Terlalu takut memberi kepercayaan pada orang lain. Punya pengalaman buruk mengenai pemberian kepercayaan, baik itu kepada perempuan maupun laki-laki.







Dahh itu aja ya sekilas info dariku. Pengen sih, ngelanjutin lagi. Cuman lagi sibuk nihh:D
(Eeeaaaa dah bella sok sibuk wkwk)

Kalo pengen tahu aku lebih lanjut, kepo-in ajaa di twitter @fadhilahssbila
Yang mau minta follback, sok atuh minta ajaa. Selagi gak ada larangan di UU tentang minta follback twitter wkwk (jayuss huuuuuu!!!!!)
Udah ahh, segini ajahhhh. Ntar kalo gak diberhentiin malah aku lanjut nulis terus wkwk (kebiasaan-_-)

Bye Friends! See you


Salam hangat --sehangat mantan-- dari Bella ({})
*kena timpuk*