Kisah ini akan segera berakhir.
Aku masih ingat janjimu pada saat itu. Ya, kata-katamu yang mampu meyakinkanku untuk tetap di sini, setia menunggumu hingga dirimu kembali. Perkataanmu yang sanggup membuatku tenang bahwa kau masih selalu di sini, meneguhkan dirimu untuk tinggal di hatiku.
Langkahku sempat tertahan untuk terus berjalan. Tempat yang kini kau tinggali, ramai oleh orang yang berpakaian adat. Hatiku sedikit ragu untuk melangkah kembali. Menimbang-nimbang keputusanku untuk menghampirimu ke sjni. Sekaligus, menghampiri janji yang kau buat untukku delapan tahun yang lalu.
Ketakutan itu terasa nyata saat kedua mataku melihat semuanya dengan jelas. Aku melihatmu tengah bersanding dengan wanita lain. Kau tampak begitu bahagia berdiri di sampingnya.
Seketika senyumku memudar. Binar wajah yang telah lama merindukanmu ini menguap begitu saja.
Ini hari pernikahanmu.
Dan kenyataan ini membuatku pilu. Rasa sakit diam-diam merasuk ke dalam hati--melebur menjadi satu oleh rasa sesal yang teramat dalam. Aku tak pernah merasakan ini sebelumnya. Dan kau orang pertama yang mampu membuat hatiku hancur seperti ini.
"Aku pergi bukan semata-mata hanya untuk diriku sendiri. Untuk kau juga. Kau harus tahu itu! Aku berjanji, aku akan segera kembali. Sekarang aku titip hatiku padamu. Jangan pernah lukai ataupun kau buang hati ini. Setelah sukses nanti apabila kau masih menjaganya dengan utuh, akan aku bimbing dirimu ke dalam ruang kebahagiaan kita. Aku janji!"
Perkataanmu itu kembali terngiang di pikiranku. Mengulang memori di saat dahulu aku tak ingin melepasmu pergi. Kedua tangan kukuhmu memegang bahuku--memberikan kekuatan agar diriku dapat dengan sabar menunggumu. Kau selalu mengingatkanku, bahwa aku akan terus ada di hatimu. Kau mengucap janji itu dengan penuh rasa yakin. Seolah-olah kau dapat menjaga hatiku dengan baik.
Saat itu, aku terlalu takut.
Aku takut bila kau tak kembali.
Aku takut bila kau lupa padaku.
Terlebih, aku takut bila kau berpaling dariku.
Dan itu semua menjadi kenyataan. Kau mengingkari janjimu. Penantianku selama ini telah sia-sia. Aku hanya membuang waktuku hanya untuk menunggu seorang pengecut sepertimu.
Aku berpaling dan berlari menjauh. Ku abaikan pandangan aneh semua orang yang aku lalui. Berkali-kali aku mengusap air mata yang mengalir di pipiku. Aku tak dapat menahannya. Air mata ini tak henti-hentinya keluar dari pelupuk mataku.
Sekarang aku akan kembali pulang. Bersamaan dengan keinginan untuk membuang jauh sebuah harapan yang telah delapan tahun tersimpan.
Happy New Yearπ£ππ Welcome to 2017!
Karya baru di tahun yang baruu:))
Yeah I know! Emang udah berapa bulan sih aku absen wkwk
Aku menghilang bukan berarti resign yap!
Aku hanyaaa... Ingin fokus sbmptn *sokbanget*
Dan kabarnya.. sekarang ini, di saat seharusnya aku semakin fokus sama ujian itu, yang ada malah aku kangen nulis wkwk
Yahh alhasil lahirlah seonggok tulisan acak adul ini.
Yahh tau dirilahh, udah lama absen bukannya makin baik, tulisan malah kagak karuan kek gini. So, mohon maap yang sebesar-besarnya ya hehe:D
Sekian,